Trading dan Investasi
ad1
Iklan Gratis
Viral Selamat Pagi Pembantu Ku Toket Brutal 2
Iklans.com - Musik blues masih terus mengalun dari piringan hitam milik Om Tei. Bahar masih dalam posisi memunggungiku. Kedua tangannya kini pindah ke bagian depan celana dalamnya, sementara bagian pantatnya tetap dibiarkan terkuak. Tangannya lalu membuat gerakan-gerakan tertentu yang seolah tak boleh terlihat olehku. Nampaknya ia ingin membuatku penasaran. Tapi aku tahu apa yang sebenarnya tengah dilakukannya: ia tengah merangsang miliknya sendiri. Kulihat beberapa kali bukit pantatnya mengempis berkonstraksi seperti tengah menahan rasa nikmat.
Sialan! Aku mulai terpengaruh. Milikku yang tertutup handuk itu mulai bereaksi. Tapi kubiarkan saja. Aku tetap duduk santai dan kedua tanganku tetap bertelekan di kedua lengan kursi. Hanya kini nafasku mulai agak sesak menahan getaran yang mulai memercik-mercik.
Dan percikan itu berubah menjadi desiran-desiran yang kuat ketika tiba-tiba kulihat Bahar memelorotkan celana dalamnya hingga terlepas ke lantai. Tapi posisinya masih membelakangiku, hingga aku tetap tak bisa melihat kondisi tubuh bagian depannya. Yang mulai kudengar hanya sayup-sayup lenguhannya meningkahi musik blues yang tampaknya kini tak lagi dihiraukannya. Dia lebih asyik bermasturbasi!
Aku menelan ludah melihat gerakan-gerakan tubuhnya dari belakang. Tampaknya nikmat sekali ia melakukan onani. Sesekali kepalanya mendongak dan mengeluarkan desahan yang merangsang. Aku tak tahu apakah kini Bahar masih ingin menggodaku ataukah ia sudah larut dalam keasyikannya sendiri. Biarlah, toh aku tadi juga berjanji tak akan menanggapinya.
Tiba-tiba ia membalik tubuhnya menghadapku. Tentu saja kondisi kemaluannya sudah sangat meradang. Kulit dadanya tampak memerah sehingga makin menambah gelap bulu-bulu yang tumbuh di sekitarnya. Nafasnya ngos-ngosan dan wajahnya serius menatapku, seperti orang sedang marah. Aku balas tatapannya dengan pandangan yang serius dan mimik muka yang seolah mengatakan: ‘mau apa kau?’.
Artikel Terkait
Tadinya kupikir ia akan mendatangiku. Ternyata tidak. Tubuhnya malah bergerak mundur sambil terus menatapku, menuju ke ranjang. Lalu dalam posisi telentang dan bersandar pada bantal, ia meneruskan acara swalayannya di atas kasur. Kali ini aku benar-benar tergoda demi melihat posisi dan gerakannya di atas ranjang sambil asyik mengocok-ngocok. Ia memberiku sebuah pertunjukan striptease yang meskipun amatiran tapi cukup menggoda. Tapi, kembali gengsiku mengingatkan nafsuku, bahwa aku harus bisa bertahan dari godaannya pagi ini, sampai kuperoleh jawaban: ia mau singgah di mess-ku.
Blues masih mendayu-dayu di kamar ini. Musiknya jadi terdengar lebih romatis-erotis. Cocok untuk mengiringi orang tengah bercinta. Sayangnya pagi ini kami sedang tidak bermain cinta. Kami sedang perang urat syaraf! Lanjut baca!

No comments :
Post a Comment
Leave A Comment...