Trading dan Investasi

ad1

Iklan Gratis

Viral Kisah Seks Gangbang Oleh Anak-Anak Nakal 3

 Topoin.com - Aku menyerahkan sebuah shopping bag berisi handphone kepada Rully kemudian aku berangkat meninggalkan mereka semua. Dari balik kaca mobil aku masih melihat Rully sangat terkejut dan senang, yah keinginannya sudah terwujud, selama ini dia berusaha menabung untuk membeli HP seperti teman-temannya yang sudah menggunakan HP. Karena aku sayang padanya maka memberinya sebagai hadiah.


Aku masih mendengar teriakan Rully “mas Raffel terima kasih banyak..! hati-hati mas” kuhentikan mobil sejenak dan kulambaikan tangan kepada Rully “selamat berpisah Rully” kuucapkan dalam hati dan melanjutkan perjalananku. Kutinggalkan komplek perumahan yang aku huni setahun lebih, rumahku yang pernah meninggalkan kenangan bersama Rully, “Selamat tinggal Rully jadilah anak yang baik demi masa depanmu”.
Hal pertama yang aku kerjakan setiba di apartemenku, aku menggantung foto tony di dinding kamarku. Sengaja kugantungkan dengan sudut pandang yang tepat dari tempat tidurku, sehingga jika aku ingin tidur bisa mudah menatap foto tony. Apartemen ini cukup strategis, suasananya tenang aku merasakan seakan tempat ini penuh kedamaian. Tapi siapa yang tahu kehidupan kita bisa berubah?
Aku tinggal dalam apartemenku ini hampir tiga tahun, tetapi justru pada masa inilah yang membentuk aku menjadi seseorang petualang cinta sesama jenis. Tinggal di apartemen ini membuat aku mudah tergoda dan mudah mendapatkan akses untuk berhubungan homoseks. Aku mengenal puluhan remaja dan pemuda dari semua type kurasakan kenikmatan tubuh mereka yang pada umumnya masih kuliah atau bersekolah. Yaa kehidupanku di sini bersama ANAK-ANAK NAKAL.
Kadang-kadang ada perasaanku ingin melepaskannya tetapi aku tak kuasa melawan rangsangan-rangsangan yang mereka luapkan membuat aku terus ingin menikmatinya. Namun apa yang aku peroleh bukan kebahagian, keseringan terjadi kekecewaan dalam hidupku. Di sinilah karakterku benar-benar terbentuk hingga akhirnya aku berjumpa kembali dengan tony yang berusaha menyadarkan aku.
“Aku pernah menyayangi seorang bocah yang kukenal sejak dia berusia 12 tahun, ketika aku benar-benar memilikinya dan aku sangat membutuhkannya dia meninggalkanku saat berusia 16 tahun untuk membentuk masa depannya. Walau hidupku menjadi goncang saat ditinggalkannya tetapi aku selalu ingat bahwa aku masih memilikinya sebagai tanggung jawabku sampai aku tidak memiliki kehidupan di dunia ini lagi. Aku sudah berjanji padanya dan aku harus menepatinya.
EPILOG:
Sudah lama aku duduk di bangku ruang tunggu ini, sebenarnya aku sangat mengantuk sekali karena semalam aku benar-benar tidak bisa tidur memikirkan hari yang aku tunggu ini, merencanakan apa yang akan aku lakukan sepanjang hari ini. Memang aku tidak sabar karena perasaan bahagia sehingga aku datang terlalu awal 60 menit, “ah” kuputuskan sebaiknya aku nongkrong di mc Donald saja. Sambil menikmati French-fries dan softdrink aku menulis SMS “saat ini aku sedang makan di mc-Donald dan aku akan ikuti permintaanmu aku tunggu di sini”.




Mataku terus mengawasi kalau kalau dia telah datang menghampiriku. Saat kulihat kedatanganya, aku memandangi terus dengan rasa penasaran yang tinggi tapi aku tidak akan berdiri dan tidak akan kuhampiri, dia yang akan menghampiriku itu permintaannya. Ketika telah sampai di depanku, kupikir dia akan memelukku, tetapi dia malahan diam berdiri di depanku. Aku memandanginya dari ujung rambut hingga ujung kakinya, dia seorang pria yang sangat tampan, manis dan sayang padaku.
Saat aku ingin berdiri memeluknya dia mengapaiku dan memeluk tubuhku dan kubalas pelukannya “salam tony manja yang aku rindukan setiap saat” tony menguatkan pelukannya. Aku merangkul pundaknya sambil menuju ke tempat parkir. Lanjut baca!

No comments :

Post a Comment

Leave A Comment...

Viral Kisah Seks Gangbang Oleh Anak-Anak Nakal 2

 Iklans.com - Ketika kami tiba di rumah hampir pukul 12 malam, Rully akhirnya bersedia tidur di rumahku karena dia sudah mengerti maksudku. “Rully pernah begituan belum sama laki-laki” aku memancingnya dan ditanggapinya “maksudnya berbuat homoseks, pernah sekali burungku diisep sama temanku mas” akhirnya tanpa menunggu lagi aku menariknya ke kamar yang pernah dipergunakan Marco.


Aku membuka pakainku dan hanya tinggal CD yang menutup penisku, kemudian aku meminta Rully membuka pakaiannya semua juga dan hanya CDnya saja yang tersisa. Aku membaringkan diri di atas kasur kemudian Rully menyusul di sebelahku, sesaat ada “bayangan yang hadir” dan membuat aku takut melakukannya, tetapi nafsuku ingin kusalurkan, tanganku mulai mengerangi tubuh Rully kemudian aku menggenggam penisnya yang sudah menegang dan mulai aku mengocoknya, “rull kamu isepin punya Mas yaa” Rully menuruti “ya mas” kemudian wajahnya diarahkan ke bawah perutku dan dengan tangannya Rully mengangkat sedikit CDku dan penisku terkuak menegang, mulutnya diarahkan ke penisku dan mulai dimasukan kemudian di hisapnya.
Ada suatu “bayangan yang muncul lagi”, aku menjadi takut kembali. “rull kamu ngocok di atas perut Mas aja deh” kemudian Rully menghentikan hisapannya, dan mulai memainkan penisnya dan di kocoknya tepat di atas perutku. Aku terdiam hanya memandangi Rully yang merangsang dirinya sendiri, “ehk.. ehk.. ehk” dan ketika kocokkannya makin cepat aku memperhatikan kepala penisnya makin besar dan “crot.. crot.. crot” meluncur di atas tubuhku dan sebagian jatuh ke kasur. Kemudian dengan kedua tangannya Rully melulurkan spermanya di sekitar perutku, tangannya mengelus-elus membangkitkan nafsuku lagi.
Tanpa kuminta Rully mulai mengulum penisku di hisapnya dalam-dalam dan aku sangat kenikmatan. “Bayangan itu muncul lagi” tapi samar-samar kadang menghilang sedangkan isapan Rully makin kuat dan kurasakan spermaku akan keluar. “Bayangan yang hadir” itu makin lama makin jelas “crot.. crot.. crot” kurasakan kenikmatan sewaktu menembakan spermaku tetapi bersamaan dengan tetesan airmataku yang mengalir. Bayangan yang muncul dalam pelupuk mataku dari awalnya tidak jelas tetapi pada saat terakhir aku melihat wajah “seorang bocah meneteskan airmata” bocah yang aku sayangi.
Aku berkata dalam hati “ampuni Kakak, Kakak rindu padamu, kamu jangan menangis lagi”. Rully membersihkan sperma di tubuhku dengan tissue sambil berkata “mas maapin Rully yaa, kenapa menangis mas” aku segera bangun dan memakai baju dan berkata padanya “Rull nggak baik kita berbuat begitu, maapin Mas Raffel yaa, Mas janji nggak akan berbuat begitu lagi padamu”. Setelah membersihkan diri kami tidur bersama di kamarku.





Pukul 04.00 aku terbangun dengan bunyi alarm dari HP ku, aku melihat Rully masih tertidur lelap di sebelahku. Aku menuju ruang tamu dan memutar nomor telepon tujuan merlbourne, “hallo” suara tante Lily menjawab “pagi tante, tony sudah bangun Raffel pengen ngomong”. Tante Lily berbincang sesaat denganku dan menanyakan keadaanku, setelah itu suara tony menyahutku “salam Kakak sayang, pakabar Kakak?” jawabku seperti biasa “salam tony manja yang Kakak rindukan setiap saat, Kakak sehat-sehat aja” dan kuteruskan kembali “semalam tony menangis?” tony menjawab “yaa, karena tony rindu sama Kakak setelah melihat foto Kakak” kataku lagi “ton maapin Kakak yaa mungkin Kakak bersalah pada tony, Kakak telepon tony saat ini karena ka.. Kak sa.. ngat ka.. ngen pa.. da to.. ny” airmataku mengalir tidak tertahan lagi, suara tangisku terdengar oleh tony. “ka.. Kak kenapa?, ka.. Kak ja.. ngan mena.. ngis”. Lanjut baca!

No comments :

Post a Comment

Leave A Comment...

Viral Kisah Seks Gangbang Oleh Anak-Anak Nakal 1

 Aopok.com - Sulit bagiku untuk mengatur napas dalam gulungan air sedangkan tubuhku semakin terseret, udara yang kutahan dalam mulutku sudah terbuang dan sekarang aku kehabisan oksigen, aku berusaha mencari sesuatu yang dapat kupegang tapi di dalam air aku tidak melihat apapun bahkan seorang manusiapun tidak ada, mungkin aku akan mati tenggelam pikirku.


Saat harapanku semakin tipis ada sebuah tangan yang sangat kukenali menggapaiku, tangan seseorang yang sangat aku harapkan dan aku berusaha menariknya supaya aku bisa selamat. Dengan memegang tangan tony akhirnya aku berhasil selamat dari kolam ombak yang hampir menenggelamkanku. Aku memandangi tony dengan penuh kerinduan, tapi seakan dia tak mengenaliku lagi, bahkan belum sempat aku mengucapkan sepatah katapun dia sudah berlari meninggalkanku. Tony tidak sendiri tangannya menggandeng seorang lelaki sebayanya.
Aku tidak sempat memikirkan siapakah orang itu, pikirku yang terbaik adalah mengejarnya “tony.. tony.. tony.. tunggu Kakak” teriakanku sangat keras. Panggilanku tak dihiraukan tony yang terus berlari. Aku berhenti di ruang bilas namun tak kutemukan lagi jejak tony, aku memandangi sekeliling ruangan dan kulihat seorang bocah yang tadi berlari bersama tony.
Aku menghampiri dan kutatap wajahnya jelas sekali, dia adalah Michael anak sepupuku yang baru berusia sembilan tahun, kenapa tony bisa bersama Michael yang juga keponakanku itu?, aku memandangi wajah Michael dengan rasa penasaran tapi tenggorokanku serasa terbakar, aku kekeringan dan haus. Aku meraih botol minuman aqua yang sudah tersedia dalam mobilku dan kuteguk sebanyaknya untuk menghilangkan dahagaku.
Cuaca hari ini sangat panas, hawa panas terik matahari menembus bahkan mengalahkan hawa dingin ac mobilku. Semalam aku sulit tidur sehingga siang ini aku terpaksa memarkirkan mobilku di sekitar tempat penyinggahan jalan tol dan tertidur hampir satu setengah jam. Mimpiku belum selesai aku masih ingin menemukan tony yang menyelamatkan aku dari gulungan ombak di kolam ancol tapi hawa panas matahari telah membuatku terbangun dari mimpi.
Perasaanku sudah hancur entah seperti apalagi bentuknya, setiap terbangun dari mimpi aku sudah terbiasa meneteskan airmata. Perasaan Rinduku yang sangat dalam kepada tony setiap kali memimpikannya, tapi harus bagaimana lagi aku melampiaskannya?, sungguh ini penyiksaan bathin terberat yang baru aku hadapi seumur hidupku. Aku menjadi manusia paling lemah di dunia ini, perasaanku saat ini terbagi dua, satu perasaanku menghadapi kehancuran seperti ini dan satu lagi aku mengkhawatirkan tony akan mengalami hal yang sama sepertiku.




Pada saat aku lemah aku sering mengingat pesan nenekku, datang padaNya dan sembah sujud maka kamu akan damai senantiasa. “Aku memohon padaMu timpahkan kesalahan ini hanya padaku, selamatkan tony bagiku, lindungilah dan ampunilah dia jangan biarkan dia masuk dalam kegelapan”. Aku tahu permohonanku ini yang sangat jarang aku ucapkan selama aku bersenang-senang, tetapi hanya padaNya bisa kutujukan. Namun aku sadari menyebut namaNya pun aku tak layak, kehidupanku sebagai umat ciptaanNya sudah terlalu banyak perbuatan tercelah yang aku lakukan dengan sengaja, tetapi aku tetap memohon aku tak ada jalan lain selain jalan buntu di depanku. Lanjut Baca!

No comments :

Post a Comment

Leave A Comment...

Cerita Anal Sex Percobaan Pertama Masuk Lobang Anus

 Topoin.com - Ketika itu, di rumah tanteku sedang tidak ada seorangpun, karena aku sudah ditugaskan untuk menjaga rumahnya. Aku mulai menjaga sekitar pukul 9 pagi. Ketika itu aku masih belum mengenal sex. Namun aku telah dikhitan (disunat), sehingga aku biasa memainkan penisku itu karena bentuknya, juga aku sering menggesek-gesekkan pada sesuatu, misalnya tembok (karena aku belum tahu bahwa hal itu dapat merusak dan aku belum tahu masturbasi).

Pada pukul 12 siang. Terdengar suara bel dari luar, ternyata anak Tanteku sudah pulang, si Rita.


“Bukain dong pintunya!!” dia berteriak serentak akupun berlari menuju arah pintu itu dan membukakan kunci pintu tersebut.
“Awas awas! mau kencing!”.

Ketika itu Rita masih berusia 10 tahun, masih muda bukan? Rita buru buru masuk karena mungkin kebelet ingin ke toilet. Namun ketika sampai di depan toilet, yah.. air kencingnya sudah tidak tertahan lagi sudah membasahi rok dan celana dalamnya.

“Aduh, makanya ati ati dong! Sabar kek!” kataku. Dia hanya diam.
“Gimana dong, Non?” tanyanya.
Aku bilang, “Tenang aja”.

Kudekati dia dan melepaskan roknya dan kusuruh dia melepaskan celana dalamnya karena basah terkena air kencing.

“Bersihin dulu ‘memem’ nya” katanya.

Diapun membersihkannya dengan air dan mengusap dari arah dubur ke arah vagina, lalu kuhentikan dia.

“Salah! Rita, itu salah!”, kataku.
“Memangnya kenapa?” tanyanya.
“Itu bisa membawa kuman dari dubur ke ‘memem’ jadi nanti memem nya kotor” kataku, maklum waktu itu aku pernah membaca buku milik ibunya yang berisi cara membersihkan diri.
“Jadi gimana?” tanyanya.
“Begini nih. Mau sama Banon atau ama kamu aja?” tanyaku.
“Contohin dulu” jawabnya.

Lalu aku jongkok di belakangnya dan mengambil segayung air oleh tangan kananku dan tangan kiri ku menyentuh kewanitaannya.

“Gini nih” seruku sembari membasuhkan air dan menarik tangan kiriku dari vaginanya menuju duburnya, kulakukan itu 4-5 kali. Lalu ia bangun dan mengeringkannya dengan handuk dan pergi berganti baju.

Mungkin ketika aku cebok kemaluannya, mungkin ia merasa sesuatu, soalnya ketika aku memegang vaginanya ia terdiam dan tidak bergerak sedikitpun. Lalu Rita keluar dari kamar dengan keadaan sudah berganti baju mengenakan rok pendek dan baju sederhana. Lalu ia pun menghampiriku. Lanjut baca!

No comments :

Post a Comment

Leave A Comment...

Kisah Ngewe Anal Istri Istri Kami di Tempat Karaoke

  Tradingan.com - Triyono (samaran) adalah sahabat lamaku sejak aku SMA. Kini setelah kami sudah mempunyai anak remaja (umurku 46 tahun) dia masih sahabatku, bahkan istrinya yang bernama Atik (samaran) dan istriku sangat akrab, dan kami rutin selalu ketemu kalau tidak dirumahnya, ya dirumahku.

Bahkan jika aku dan Triyono pergi mancing ketengah laut dengan sewa perahu, tak jarang istriku menginap dirumah menemani istrinya atau sebaliknya (karena anak kami sudah remaja dan mereka kuliah dikota lain).

Begitu akrabnya kami sehingga tak jarang kami melakukan yang menurut pandangan orang ketiga adalah hal yang aneh, misalnya ditengah gurauan, kadang kadang Triyono memeluk istriku dan menciumi pipinya berkali kali, didepanku maupun didepan istrinya. Demikian pula sebaliknya ketika kami bercengkarama berempat kadang kadang Atik dengan manja tiduran berbantal pahaku. Tentunya sikap kami ini tidak didepan anak anak yang sudah berangkat remaja.

Bahkan pernah didapur rumahku aku memergoki Triyono mencolek pantat istriku, dan kulihat istriku pura pura marah, aku tahu itu dari raut wajahnya, tentu saja sebagai lelaki normal kadang aku dilanda cemburu. Tetapi kami selalu lebih memegang persahabatan, apalagi akupun sering melakukan hal yang sama terhadap istrinya.

Tentu saja keadaan ini tidak terjadi begitu saja, kami menjalin hubungan kekeluargaan sejak kami menikah. Namun sejauh itu kami tidak pernah melakukan hal hal yang terlalu jauh. Sampai suatu hari terjadilah apa yang belum pernah terbayangkan sebelumnya, setidak tidaknya olehku. Tapi aku yakin ini adalah rencana Triyono dan istrinya yang sudah dipersiapkan (ini kusadari setelah cukup lama peristiwa itu terjadi)

Seperti yang sering kami lakukan, pada hari jumat yang kebetulan hari libur kami berempat ber week end di Villaku didaerah Ciloto. Walaupun tidak terlalu mewah namun villaku ini cukup luas dan cukup nyaman untuk beristirahat di akhir pekan. Kami selalu rutin mengunjunginya paling tidak sebulan sekali, biasanya hanya aku dan istriku, kadang kadang anak anak ikut, atau famili lain.

Kali ini aku mengajak Triyono dan istrinya, tidak ada yang istimewa kami hanya ingin menikmati liburan dan seperti biasanya selesai makan siang dijalan, istriku mampir untuk beli pepes ikan Mas kesukaanku. Sampai di villa sekitar jam jam 2 siang, aku tidur pulas, sampai akhirnya dibangunkan istriku untuk makan malam. Kami makan malam berempat dengan nasi hangat dan pepes ikan.

Selesai makan malam kami menonton TV sambil ngobrol kesana kemari diruang keluarga. Setelah bosan ngobrol, Triyono mengambil inisiatif mengambil kasur dikamarnya dan dihamparkan didepan TV dia dan istrinya menonton TV sambil tiduran, dan akupun berbuat hal yang sama. Atiek masuk kamarnya dan mengganti dasternya dengan baju tidur yang amat tipis tanpa BH dan CD, ini terlihat jelas dari bayangan tubuhnya dibalik gaun tidurnya.

Kulihat dia sangat atraktif mempertontonkan tubuhnya didepanku dan didepan istriku. Kulihat Triyono acuh saja melihat tingkah istrinya. Kamipun menonton TV sambil tiduran, istriku dan Atiek tidur berdampingan ditengah sedangkan aku berada disamping istriku dipinggir. Acara TV terasa membosankan mungkin karena aku tidak bisa konsentrasi, aku lebih terpesona menikmati tubuh yang menggairahkan yang tergolek disamping istriku dan itu membuat adik kecilku dibalik sarung setengah ereksi.

“Pah.., puterin film yang hot.. dong.., aku kedinginan nih..” Atiek menyuruh suaminya memutar film porno.

Aku tahu mereka sering muter film porno karena kami sering tukar menukar film, tapi selama ini kami belum pernah nonton bersama sama. Baca selengkapnya!

No comments :

Post a Comment

Leave A Comment...

Kisah Ngentot Kak Linda Tetanggaku yang Baik

  Aopok.com - Perkenalkan namaku Rendi, umurku saat ini 19 tahun. Kuliah dikota S yang terkenal dengan sopan santunnya. Aku anak kedua setelah kakakku Ana. Ibuku bekerja sebagai pegawai negeri sipil dan ayahku juga bekerja di kantor. Tinggi badanku biasa saja layaknya anak seusiaku yakni 169 kg. Di situs ini aku akan menceritakan kisah unikku. Pengalaman pertama dengan apa yang namanya sex. Kisah ini masih aku ingat selamanya karena pengalaman pertama memang tak terlupakan. Saat itu usiaku masih 10 tahun pada waktu itu aku masih kelas 4 SD. Kisah ini benar benar aku alami tanpa aku rubah sedikit pun.

Aku punya teman sebayaku namanya Putri, dia juga duduk di bangku SD. Aku dan dia sering main bersama. Dia anak yang sangat manis dan manja. Dia mempunyai dua kakak. Kakak pertama namanya Rio di sudah bekerja di Jakarta. Dan kakaknya yang satu lagi namanya Linda. Saat itu dia kuliah semester 4 jurusan akuntansi salah satu perguruan tinggi di kota kelahiranku. Dia lebih cantik dari pada adiknya Putri. Tingginya kira kira 160 cm dan ukuran payudaranya cukup seusianya tidak besar banget tapi kenceng.

Waktu itu hari sangat panas, aku dan Putri sedang main dirumahnya. Maklum rumahku dan rumahnya bersebelahan. Saat itu ortu dari Putri sedang pergi ke Bandung untuk beli kain. Putri ditinggal bersama kakaknya Linda.

“Main dokter dokter yuk, aku bosen nich mainan ini terus”ajak Putri

Segera aku siapkan mainannya. Aku jadi dokter dan dia jadi pasiennya. Waktu aku periksa dia buka baju. Kami pun melakukan seperti itu biasa karena belum ada naluri seperti orang dewasa, kami menganggap itu mainan dan hal itu biasa karena masih kecil. Waktu aku pegang stetoskop dan menyentuhkannya didadanya. Aku tidak tahu perasaanya. Tapi aku menganggapnya mainan. Waktu itu pintu tiba tiba terbuka. Linda pulang dari kampusnya. Dengan masih telanjang dada Putri menghampiri kakaknya di depan pintu masuk.

“Hai Kak baru pulang dari kampus”

“Ngapain kamu buka baju segala” Kak Linda memandangi adiknya.

“Kita lagi main dokter dokteran, aku pasiennya sedangkan Rendi jadi dokternya, tapi sepi Kak masa pasiennya cuma satu. Kakak lelah nggak. Ikutan main ya kak?”

“Oh mainan toh.. Ya sudah aku nyusul, aku mau ganti pakaian dulu gerah banget nih”

Kami bertiga pun segera masuk ke kamar lagi, aku dan Putri asyik main dan Kak Linda merebahkan tubuhnya ditempat tidur disamping kami. Aku melihat Kak Linda sangat cantik ketika berbaring. Setelah beberapa menit kemudian dia memperhatikan kami bermain dan dia terbengong memikirkan sesuatu.

“Ayo Kak cepetan, malah bengong” ajak Putri pada kakaknya.

Lalu dia berdiri membuka lemari. Dia kepanasan karena udaranya. Biasanya dia menyuruh kami tunggu di luar ketika dia ganti baju

“Ayo tutup mata kalian, aku mau ganti nih soalnya panas banget” Kak Linda menyuruh kami.

Dia melepaskan pakaian satu persatu dari mulai celana panjangnya, dia memakai CD warna putih berenda dengan model g-string. Saat itu dia masih dihadapan kami. Tertampang paha putih bersih tanpa cacat. Setelah itu dia melepas kemejanya dicopotnya kancing stu perstu. Setelah terbuka seluruh kancingnya, aku dapat melihat bra yang dipakainya. Lalu dia membelakangi kami, dia juga melepas branya setelah kemejanya ditanggalkan. Aku pun terbengong melihatnya karena belum pernah aku melihat wanita dewasa telanjang apa lagi ketika aku melihat pantatnya yang uuhh. Dia memilih baju agak lama, otomatis aku melihat punggungnya yang mulus dan akhirnya dia memakai baby doll dengan potongan leher rendah sekali tanpa bra dan bahannya super tipis kelihatan putingnya yang berwarna coklat muda. Kulitnya sangat putih dan mulus lebih putih dari Putri. Putri melihatku.

“Rendi koq bengong belum lihat kakakku buka baju ya? Lagian kakak buka baju nggak nyuruh kita pergi.”

Kak Linda ngomel,”Idih kalian masih kecil belum tahu apa apa lagian juga aku nggak ngelihatin kalian langsung. Mau lihat ya Ren?”dia bercanda.

Akupun menundukan mukaku karena malu.”Tapikan kak, susunya kakak sudah gede segitu apa nggak malu ama Rendi.”

Putri menjawab ketus.”Kamu aja telanjang kayak itu apa kamu juga nggak malu sudah ayo main lagi.” Linda menjawab adiknya. Kami pun bermain kembali.

Giliran Kak Linda aku periksa. Dia menyuruh aku memeriksanya, dia agak melongarkan bajunya. Ketika stetoskop aku masukkan di dalam bajunya lewat lubang lehernya, tepat kena putingnya. Dia memekik. Aku pun kaget tapi aku pun tidak melihatnya karena malu. Dia menyuruhku untuk untuk lama lama didaerah itu. Dia merem melek kayak nahan sesuatu, dipegangnya tanganku lalu ditekan tekan daerah putingnya. Aku merasa sesuatu mengeras. Baca selengkapnya!

No comments :

Post a Comment

Leave A Comment...

Viral Selamat Pagi Pembantu Ku Toket Brutal 2

 Iklans.com - Musik blues masih terus mengalun dari piringan hitam milik Om Tei. Bahar masih dalam posisi memunggungiku. Kedua tangannya kini pindah ke bagian depan celana dalamnya, sementara bagian pantatnya tetap dibiarkan terkuak. Tangannya lalu membuat gerakan-gerakan tertentu yang seolah tak boleh terlihat olehku. Nampaknya ia ingin membuatku penasaran. Tapi aku tahu apa yang sebenarnya tengah dilakukannya: ia tengah merangsang miliknya sendiri. Kulihat beberapa kali bukit pantatnya mengempis berkonstraksi seperti tengah menahan rasa nikmat.


Sialan! Aku mulai terpengaruh. Milikku yang tertutup handuk itu mulai bereaksi. Tapi kubiarkan saja. Aku tetap duduk santai dan kedua tanganku tetap bertelekan di kedua lengan kursi. Hanya kini nafasku mulai agak sesak menahan getaran yang mulai memercik-mercik.

Dan percikan itu berubah menjadi desiran-desiran yang kuat ketika tiba-tiba kulihat Bahar memelorotkan celana dalamnya hingga terlepas ke lantai. Tapi posisinya masih membelakangiku, hingga aku tetap tak bisa melihat kondisi tubuh bagian depannya. Yang mulai kudengar hanya sayup-sayup lenguhannya meningkahi musik blues yang tampaknya kini tak lagi dihiraukannya. Dia lebih asyik bermasturbasi!

Aku menelan ludah melihat gerakan-gerakan tubuhnya dari belakang. Tampaknya nikmat sekali ia melakukan onani. Sesekali kepalanya mendongak dan mengeluarkan desahan yang merangsang. Aku tak tahu apakah kini Bahar masih ingin menggodaku ataukah ia sudah larut dalam keasyikannya sendiri. Biarlah, toh aku tadi juga berjanji tak akan menanggapinya.

Tiba-tiba ia membalik tubuhnya menghadapku. Tentu saja kondisi kemaluannya sudah sangat meradang. Kulit dadanya tampak memerah sehingga makin menambah gelap bulu-bulu yang tumbuh di sekitarnya. Nafasnya ngos-ngosan dan wajahnya serius menatapku, seperti orang sedang marah. Aku balas tatapannya dengan pandangan yang serius dan mimik muka yang seolah mengatakan: ‘mau apa kau?’.



Tadinya kupikir ia akan mendatangiku. Ternyata tidak. Tubuhnya malah bergerak mundur sambil terus menatapku, menuju ke ranjang. Lalu dalam posisi telentang dan bersandar pada bantal, ia meneruskan acara swalayannya di atas kasur. Kali ini aku benar-benar tergoda demi melihat posisi dan gerakannya di atas ranjang sambil asyik mengocok-ngocok. Ia memberiku sebuah pertunjukan striptease yang meskipun amatiran tapi cukup menggoda. Tapi, kembali gengsiku mengingatkan nafsuku, bahwa aku harus bisa bertahan dari godaannya pagi ini, sampai kuperoleh jawaban: ia mau singgah di mess-ku.

Blues masih mendayu-dayu di kamar ini. Musiknya jadi terdengar lebih romatis-erotis. Cocok untuk mengiringi orang tengah bercinta. Sayangnya pagi ini kami sedang tidak bermain cinta. Kami sedang perang urat syaraf! Lanjut baca!

No comments :

Post a Comment

Leave A Comment...

Viral Selamat Pagi Pembantu Ku Toket Brutal 1

 Biodataviral.com - Dua malam sudah kami menginap di rumah kebun milik Om Tei. Dua malam yang penuh dengan cinta dan gelora birahi. Dua malam pula aku terus berusaha membujuk agar Bahar mau singgah di mess sepulangnya nanti dari kebun ini. Tapi dia tetap bersikukuh tak mau memenuhi permintaanku. Sikapnya ini sempat membuatku kesal.


“Abang takut ketemu Pak Gun, ya?” aku memulai menyinggungnya waktu kami berdua sedang berbaring menjelang waktu tidur.
Bahar menggeleng, “Bukan begitu Mas. Kehadiranku di mess nanti pasti akan bikin kaget dia, dan ini bisa membuat suasana jadi tak enak”

Bahar menyebut Pak Gun dengan sebutan ‘dia’. Seperti ada rasa antipati. Alasan yang dikemukakan Bahar pun rasanya juga terlalu berlebihan. Sebab sejauh yang kukenal, Pak Gun orangnya cukup toleran dan pengertian.

Kedatangan Bahar ke Manado kemarin memang mendadak. Demikian juga kepergian kami ke kebun ini. Dan Pak Gun belum tahu itu semua. Aku memang tak selalu pamit bila meninggalkan mess, kecuali untuk urusan yang penting. Apalagi pikiranku waktu itu lebih banyak terpusat pada kehadiran Bahar yang mendadak, jadi tak sempat pamitan dengan orang mess.

“Abang terlalu berlebihan..” kataku setengah menggumam. “.. Sebenarnya, ada apa sih, Bang?” lanjutku ingin mendapatkan jawaban yang lebih jelas dan tegas.

Bahar terhenyak mendengar intonasi kalimat terakhirku yang sengaja kubuat serius. Matanya menatapku, seperti menyimak sesuatu.

“Kenapa?” tanyaku membalas tatapannya itu.



Bahar menarik nafas sebentar, “Ehmmhh..,” ia mendesah sebentar, lalu, “.. Saya hanya risih saja dengan orang-orang di mess nanti..”
“Terutama risih dengan Pak Gun, kan?” sahutku menambahi. Dan Bahar diam tak menyahut.

Selama ini aku dan Bahar memang, dan tentu saja, menjaga kerahasiaan hubungan kami. Barangkali Bahar merasa risih, karena di mess sudah ada orang yang telah mengetahui hubungan kami, meskipun orang itu-Pak Gun-tak ada bedanya dengan kami berdua. Jadi kenapa harus risih?

Hingga menjelang tidur, Bahar tetap tak memberikan jawaban apakah ia jadi mau mampir ke mess atau tidak. Lanjut baca!

No comments :

Post a Comment

Leave A Comment...

ad2

Chord dan Lirik

Explore Indonesia